Jenis-Jenis Komputer berdasarkan Fungsinya (Lengkap)

 Zhul Al Gray |  Update 18 March 2017 |   0 Comment
jenis-jenis komputer berdasarkan fungsinya

Jenis-jenis komputer berdasarkan fungsinya dapat dibagi menjadi empat yaitu Server, Workstation, Information Appliance (IA) dan Embedded System.

Seperti yang anda ketahui bahwa fungsi komputer sangat banyak, ada komputer yang dirancang khusus untuk kerja, bermain game, melayani permintaan komputer lain dan masih banyak lagi. Dengan banyaknya jenis-jenis komputer yang beredar di pasaran, maka anda bisa mendapatkan komputer yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Jenis-jenis Komputer berdasarkan Fungsinya

Jika diklasifikasikan berdasarkan fungsunya, jenis-jenis komputer dapat dibagi menjadi empat, berikut penjelasannya:

1. Server

komputer server, jenis-jenis komputer berdasarkan fungsinya

Server adalah sebuah program atau perangkat komputer yang menyediakan fungsi untuk program atau perangkat lain, yang disebut “Client”. Arsitektur ini disebut model client-server. Server dapat memberikan berbagai macam fungsi yang biasanya disebut “Service” atau “Layanan”, seperti sharing data atau sumber daya di antara beberapa client, atau melakukan perhitungan untuk client.

Sebuah server tunggal dapat melayani beberapa client, dan sebuah client tunggal dapat menggunakan beberapa server. Adapun server yang cukup populer diantaranya Database Server, File Server, Mail Server, Print Server, Web Server, Game Server, dan Application Server.

Karena server biasanya digunakan untuk memberi layanan yang diperlukan oleh client secara terus-menerus, maka kebanyakan server tidak pernah dimatikan. Jika server bermasalah bahkan hanya dalam beberapa detik maka akan menyebabkan pengguna jaringan dan perusahaan mengalami banyak masalah.

Oleh karena itu, komputer server umumnya merupakan komputer yang dirancang khusus angar tahan lama, bisa hidup dalam waktu yang lama (bahkan beberapa tahun tanpa harus dimatikan), dan memiliki spesifikasi yang tinggi agar bisa melayani banyak client.

2. Workstation

workstation, jenis-jenis komputer berdasarkan fungsinya

Workstation adalah komputer yang ditujukan untuk melayani satu pengguna dan dapat berisi perangkat keras tambahan khusus yang tidak ditemukan pada komputer pribadi (Personal Computer, PC). Jenis komputer ini dirancang untuk menjalankan aplikasi-aplikasi teknis atau ilmiah. Workstation umumnya terhubung ke jaringan area lokal (Local Area Network, LAN) dan menjalankan sistem operasi multi-user.

Istilah workstation juga digunakan secara luas untuk merujuk pada segala sesuatu dari terminal komputer mainframe hingga PC yang terhubung ke jaringan. Workstation menawarkan kinerja yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan PC, khususnya di bagian CPU dan Grafis, kapasitas memori, dan kemampuan multi-tasking.

Workstation dioptimalkan untuk visualisasi dan manipulasi berbagai jenis data yang kompleks seperti desain mekanik 3D, simulasi rekayasa (misalnya, komputasi dinamika fluida), animasi dan rendering gambar, dan plot matematika.

Apabila dilihat dari bentuknya, workstation merupakan komputer desktop yang setidaknya terdiri dari layar dengan resolusi tinggi, mouse dan keyboard. Namun workstation juga menawarkan Display yang lebih dari satu (multiple displays), tablet grafis, 3D mouse (perangkat untuk memanipulasi objek 3D dan menavigasi adegan (scenes)), dan perangkat tambahan lainnya.

3. Information Appliance

Information appliance, jenis-jenis komputer berdasarkan fungsinya

Information Appliance (IA) adalah sebuah alat yang dirancang khusus untuk melakukan pekerjaan elektronik tertentu dengan mudah seperti memainkan musik, fotografi, atau mengedit teks.

Contoh yang paling umum untuk Information Appliance adalah smartphone dan personal digital assistant (PDA). Information Appliance juga sering disebut sebagai smart device, mobile device atau wireless device.

4. Embedded System

Embedded System, jenis-jenis komputer berdasarkan fungsinya

Embedded System adalah sistem komputer yang dirancang khusus untuk tujuan tertentu demi meningkatkan fungsi suatu mesin. Seperti namanya yang mengandung kata “Embedded”, sistem ini digunakan dengan cara ditancapkan ke dalam alat atau mesin yang akan dia kontrol. Karena harus ditancapkan ke mesin lain, maka sistem ini tidak dapat berdiri sendiri.

Sebuah Embedded system memiliki kebutuhan tertentu dan melakukan tugas yang telah diset sebelumnya, tidak seperti PC yang serba guna. Contoh sistem atau aplikasinya antara lain adalah instrumentasi medik, process control, automated vehicles control, dan perangkat komunikasi. Embedded system biasanya diimplementasikan dengan menggunakan mikrokontroler.

 

KEMBALI KE ARTIKEL UTAMA

Jenis-Jenis Komputer


Share artikel ini dengan teman-teman Anda.


Artikel Terkait


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.